Aku dulu dilahirkan dalam alam yang permai
Dibuai dalam lindungan alam yang indah
Yang selalu mengingatkan aku pada belaian pertiwi
Selalu bersenandung rindu dalam dekapan alam
Semua kini telah dalam pandanganDibuai dalam lindungan alam yang indah
Yang selalu mengingatkan aku pada belaian pertiwi
Selalu bersenandung rindu dalam dekapan alam
Entah ke mana dan menjadi apa alam yang ku kenang dulu
Bagai ditelan dalam rakusnya manusia jahanam
Yang tiada belas kasihan dalam hidupnya
Selalu terasa pedih di hati ini
Tersayat sembilu dalam jiwa-jiwa yang kerdil
Terluka dan terobek sampai ke dalam sanubari
Tiada berbekas akan sakitnya hati
Kemana kan kucari lagi
Indahnya alam yang telah melahirkanku
Kemana aku mengadu untuk kembalinya alam permaiku
Semua telah gersang tanpa kendali dan manusia tinggal menuai bencana
Kutunggu manusia-manusia baru untuk berkarya
Tiada akal yang bisa menggapai
Entah kapan akan kembali
Gunung dan lembah yang kembali bersemi lagi
Kenangan
Titik jemu sering menjadi benalu di pikiranku,
Merasa penat sangat, terjun ke dalam dunia kehampaan,
Melumpuhkan minat, memudarkan semangat,
Saat itulah bayangan wajahmu menerobos pintu hati.
Ku coba bangkit penuh keraguan,
Tak kuasa, tak mampu ku menolak kehadiranmu,
Tapi ku tak ingin merangkai kata tentangmu di anganku,
Menuliskan lagi alur cerita cinta saat bersamamu.
Terlalu indah...
Kala engkau menggenggam telapak tanganku,
seakan hari tua akan kita lampaui bersama.
Kau pun membelai lembut wajahku dengan mesra,
meyakinkanku bahwa akulah yang terikat tali jodohmu.
Begitu indah...
Saat engkau mendekap erat tubuhku penuh manja,
seakan setiap hembus nafasku selalu berarti.
Kau pun mengecup bibirku dengan kasih sayang,
meyakinkanku bahwa akulah yang menjadi pemimpinmu.
Tapi.....???
Titik jemu sering menjadi benalu di pikiranku,
Merasa penat sangat, terjun ke dalam dunia kehampaan,
Melumpuhkan minat, memudarkan semangat,
Saat itulah bayangan wajahmu menerobos pintu hati.
Ku coba bangkit penuh keraguan,
Tak kuasa, tak mampu ku menolak kehadiranmu,
Tapi ku tak ingin merangkai kata tentangmu di anganku,
Menuliskan lagi alur cerita cinta saat bersamamu.
Terlalu indah...
Kala engkau menggenggam telapak tanganku,
seakan hari tua akan kita lampaui bersama.
Kau pun membelai lembut wajahku dengan mesra,
meyakinkanku bahwa akulah yang terikat tali jodohmu.
Begitu indah...
Saat engkau mendekap erat tubuhku penuh manja,
seakan setiap hembus nafasku selalu berarti.
Kau pun mengecup bibirku dengan kasih sayang,
meyakinkanku bahwa akulah yang menjadi pemimpinmu.
Tapi.....???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar